Seung Jo menuangkan teh keatas kepala Tommy Hong. Ia lalu bertanya apa Tommy menonton Ben Hur? Tokoh Arius yang masih muda emosional.
Seung Jo mendekat dan berbisik ke telinga Tommy, "Ingat itu. CEO baru Artemis, juga memiliki tempramen yang buruk!" Ia lalu memukul Tommy sampai terjatuh ke lantai.
Yoon Joo memberitahu kalau Se Kyung tinggal memiliki satu jalan, yaitu menemukan Kelinci Putih yang baru. Se Kyung menutup teleponnya, ia bingung "Kelinci putih yang baru? Bagaimana seseorang... sepertiku?"
Seung Jo keluar dari pesta, ia menggerak-gerakkan tangan yang digunakan untuk memukul Tommy. Ia bingung kemana Se Kyung pergi.
Tommy Hong meminta maaf yang sedalam-dalamnya. Mungkin ada kesalahpahaman yang terjadi. Ia lalu meminta maaf sekali lagi atas kekacauan yang terjadi.
Ia kemudian meminta maaf pada Presdir Jang karena membuat dua kesalahan didepannya hari ini. Presdir Jang mengaku kalau ia hampir membuat kesalahan yang besar. Ia lalu memperingatkan Tommy Hong untuk menjaga hubungan baik dengan relasi atau dia akan kehilangan sentuhan..
Presdir Jang pergi. Tommy Hong hanya bisa menghela nafas panjang.
Tommy Hong kesal, ia membuka dasinya. Seorang wanita yang mungkin sekretarisnya mengatakan kalau Tommy membuat kesalahan. Style dan penampilan Se Kyung mungkin tidak tampak seperti itu (mungkin sekretarisnya mau bilang kalog se kyung ga biasa make baju kayak gitu). "Bagaimana mungkin seseorang yang biasanya menilai orang dengan baik..." kalimat Sekretarisnya terputus.
Seung Jo mencari Se Kyung di jalan. Tapi ia tidak menemukannya, ia pun mencoba menelpon seseorang (mungkin Se Kyung). Tapi nomor orang itu tidak aktif.
Se Kyung berada didepan pintu masuk. Ia teringat percakapannya ditelepon dengan Yoon Joo, "Hari ini, kau kehilangan Kelinci Putih terbaik. Kau tidak bisa kehilangannya seperti ini." Se Kyung sepertinya sudah memantapkan niat hatinya.
Sepertinya pegawai itu mau memberi tahu kalau Se Kyung datang, tapi Se Kyung ga mau nunggu dan memilih untuk masuk sendiri.
Se Kyung datang untuk menerima ucapan minta maaf dari Tommy, "Kau bilang Presdir Jean Thierry Cha merekomendasikanku sebagai desainer. Jika aku tidak sesuai denganmu, kau bisa menolakku. Dan itu akan menjadi akhirnya. Caraku diperlakukan (Se Kyung ga ngelanjutin kalimatnya).. Kurasa aku perlu menerima permintaan maaf secara resmi."
Tommy sepertinya curiga dengan tujuan Se Kyung datang. Ia menunggu sekitar 10 menit, bahkan mengetahui kesukaan para tamu yang hadir. Sangat mencurigakan jika seorang wanita menyukai sejarah, baseball, drama.
Se Kyung berpura-pura tidak mengerti. Tommy mengatakan kecurigaannya yang lain adalah ketika Se Kyung sering memperhatikannya, apa alasannya? Jika Se Kyung di sponsori oleh CEO Artemis, dia tidak harus tampil bagus dihadapannya.
Se Kyung menjawab kalau ia peka terhadap hubungan Tommy dengan Presdir dan mencoba menyelesaikan masalahnya, tapi sepertinya Tommy tidak merasa bersalah. Se Kyung mengerti, ia lalu berbalik, ingin pulang.
Tapi, Tommy memanggil namanya. Se Kyung pun berbalik dan Tommy mendekat. Ia melihat mata Se Kyung. Ia lalu berkata kalau ia mengerti maksud Se Kyung dengan ekspresi dari matanya. Ia lalu meminta maaf dengan tulus.
Se Kyung tidak mengerti. Tommy pun menjelaskan kalau ada kesalahpahaman yang terjadi, Se Kyung pasti merasa terhina karena hal itu (sponsor). Ia tahu, Se Kyung ingin masuk Cheongdam-dong.
Tommy melihat keserakahan. Se Kyung menambah, kemarahan dan kehancuran, Apa Tommy tidak melihat hal itu?
Se Kyung keluar dari pintu itu untuk yang kedua kalinya. Ia memegang salah satu tiang pembatas jalan, ia mencari pertahanan.
Tommy Hong berbicara. Ia tidak salah menilai Han Se Kyung, mereka sama saja. Sekretaris bertanya siapa yang dimaksud Tommy? Seseorang yang datang beberapa waktu lalu.
Se Kyung berjalan. Ia sepertinya sedang berpikir sampai-sampai hak tinggi yang ia gunakan patah karena ia tidak memperhatikan jalan. Ia lalu berjongkok, melihat hak sepatu yang patah.
Bagaimana kelanjutannya? Ia berjalan tanpa menggunakan sepatu yang satunya. Kaki yang satu memakai sepatu dan yang tidak berjinjit untuk menyelaraskan tinggi dengan kaki yang satunya.
Se Kyung lalu duduk disalah satu tempat duduk (bukan bangku). Akhirnya Seung Jo menemukan Se Kyung. Ia lalu berjalan mendekatinya dan kemudian menghela nafas kuat sehingga Se Kyung melihat kearahnya.
Seung Jo bertanya bisakah Se Kyung tidak menonaktifkan handphonenya? Se Kyung heran, ia menduga kalau Seung Jo mencarinya. Seung Jo tidak menjawab pertanyaannya.
Seung Jo lalu duduk. Ia akan memberitahu rahasia besar. Dia mengatakan kalau CEO mereka benar-benar aneh, kenapa dia bisa membuat seorang Sekretaris melakukan hal ini? Seung Jo menyuruh Se Kyung mengikutinya, tapi Se Kyung tidak bergerak. Ia pun menarik tangannya.
Seung Jo membawa Se Kyung ke kantor Artemis. Ia mengambil sepatu berwarna merah.
Dan kemudian menyuruh Se Kyung berjalan dengan cepat menggunakan sepatu itu.
"Kau tahu kemeja mulanya dipakai sebagai bagian dalam, kan? Tepatnya, sampai akhir abad ke-18, mereka dipakai untuk mencegah keringat pada pakaian luar. Karenanya, mereka membutuhkan 100% kapas murni untuk pastinya. Warna putih dan biru sebagai dasar." ujar Seung Jo. Se Kyung tidak mengerti mengapa Seung Jo berubah tiba-tiba.
Seung Jo tetap berbicara tentang pakaian pria. "Warna abu-abu sebagai dasar. Menggunakan pola titik seperti garis-garis halus untuk menambah variasi juga bagus. Selanjutnya sepatu.."
"Kebanyakan garis klasik. Wingtips (kalog di GT artinya ujung sayap), tassel (di GT artinya rumbai), sepatu kasual (loafers), sepatu bot, sepatu kasual berpola." ujar Seung Jo sambil menyentuh jenis sepatu yang disebutnya.
Se Kyung butuh penjelasan, tapi Seung Jo langsung memotong, "Haruskah kita berpindah ke aksesoris? Jam tangan, ikat pinggang, dasi, manset, parfum, dsb." Se Kyung memanggil, "Sekretaris Kim!"
Seung Jo berbalik melihat Se Kyung, ia mengatakan ukuran tubuh CEO nya, "Tinggi 180 cm, ukuran kaki 280 mm, berat 72 kg. Warna favorit abu-abu, biru, dan putih (Kyaa >< Sama kyk aku). Bahan kesukaan kain linen, kapas, dan kulit lunak. Nama Jean Thierry Cha, pekerjaan CEO Artemis Korea."
Seung Jo mengatakan, "Orang yang perlu kau dandani (the person you need to style). Maukah kau melakukannya?" Ia lalu merogoh kantong jasnya, "Presiden Jean Thierry Cha ingin mempekerjakanmu sebagai stylist pribadinya."
Se Kyung menerima benda yang diambil Seung Jo dari kantong jasnya yang ternyata kartu nama Jean Thierry Cha. Se Kyung bingung, "Tapi kenapa aku?" Seung Jo beralasan kalau Presdir mengetahui kejadian hari ini dan lagi pula dia ingin menolong Se Kyung.
"Aku tidak tahu alasannya. Dia melihat profil dan portofoliomu. Dia tahu kau baik. Apa yang kau pikirkan (kepo)? Maukah kau mencobanya?" Seung Jo melanjut, "Tentu, kau akan mengambil benda ini dan itu. Bukan sebagai pekerja suruhan, tapi hal yang harus kau lakukan adalah, sebagai stylistnya. Juga, hal yang paling penting. Kau akan perlu belajar keras untuk mendapatkan mata yang tajam (mata yang dimiliki doenjang/org yg suka barang bermerek)."
Seung Jo bertanya bagaimana? Bukankah ini yang diinginkan Se Kyung? Se Kyung menjawab, "Apa yang terjadi hari ini bisa mencemarkan nama baik Presdir juga. Kurasa akan lebih baik untuknya jika tidak terlibat denganku."
Seung Jo sudah bisa menerka jawaban Se Kyung. Bukankah Se Kyung pernah mengatakan kalau bertemu dengan Presdir adalah seperti keberuntungan sekali seumur hidup, jadi kenapa ia menendangnya jauh duluan? Orang normal akan mengambil kesempatan ini, apa ada sesuatu yang salah dengan Se Kyung?
Seung Jo menyuruh Se Kyung menerima kebaikan ini. Se Kyung kembali teringat ucapan Yoon Joo, "Temukan kelinci putih baru. Seekor Kelinci Putih baru." Se Kyung lalu melihat sebuah patung model. Seung Jo kembali bertanya apa Se Kyung tertarik?
Seung Jo duduk. Ia teringat kejadian ketika Se Kyung duduk karena hak sepatunya patah.
Se Kyung tengah memikirkan saat Tommy menyiram soy sauce ke wajahnya dan juga saat Tommy sudah tahu kalau Se Kyung ingin masuk ke Cheongdamdong. Dia semakin menggalau karena Seung Jo memintanya menjadi sylist Jean Thierry Cha.
Se Kyung lalu membuka buku diary Yoon Joo. Ada tulisan, "Ketentuan: Jalan menuju kekayaan. Method (cara): tarik dan ulur (push and pull), pendekatan (approach), waktu yang tepat (appropriate timing). Jangan cemas. Tapi ketika ada kesempatan, ambil segera."
"Jangan tunjukkan sifat aslimu. Tapi tunjukkanlah ketulusanmu." Se Kyung bicara, "Kelinci Putih juga manusia.. Menangkap Kelinci Putih tidak berarti memperalat mereka, tetapi meraih hati mereka." Se Kyung teringat lagi nasehat Yoon Joo untuk menemukan kelinci Putih yang baru.
Se Kyung melihat sekali lagi kartu nama Jean Thierry Cha. Dan akhirnya memutuskan menggunakan Jean Thierry Cha sebagai Kelinci Putihnya.
Se Kyung memberitahu ia akan mencobanya. Dia bekerja di GN Fashion dari jam 9 pagi sampai 3 sore. Seung Jo lalu memutuskan jam kerja Se Kyung mulai dari jam 4 sore. Dua minggu yang akan datang ada Pesta Natal dimana Artemis sebagai tuan rumah dan ini akan menjadi perayaan resmi pertama yang dilakukan Presdir sejak bekerja sebagai CEO dari Artemis Korea.
Temanya adalah Paris, Paris La France. Se Kyung bertanya Paris yang bagaimana? Ia menyuruh Seung Jo untuk memberitahu detailnya. Seung Jo bingung, ia lalu menjawab, Paris yang dinamik (bersemangat). Ia mengerakkan telapak tangannya, "Hi~ Paris? Hi~ Hi!"
Se Kyung bertanya, "apa ini lucu?" Seung Jo menjawab tidak. Se Kyung lalu berkata, "Aku mulai sangat serius (sincere; tulus; jujur) sekarang. Seperti yang kau katakan sebelumnya, aku mengambil kesempatan untuk yang pertama kalinya. Aku benar-benar ingin melakukan yang terbaik dengan pekerjaan ini dan terlihat baik didepan Presdir. Dan, berharap hidupku berubah sedikit."
Seung Jo mengerti, ia akan memberikan info lebih detail dipertemuan mereka berikutnya. Se Kyung menyuruh juga Seung Jo mencari informasi lebih banyak tentang pesta Natalnya. Seung Jo mengerti. Ia lalu menyebut Se Kyung tipe orang yang mengoceh (cluck-ing).
Ia lalu memperagakan ayam yang sedang berkotek, "cluck, cluck, cluck, cluck!" (Hahaha.. Ini mirip banget sama suara ayam aslinya.. Shi Ho kenapa ga jadi ayam aja sekalian XD)
Se Kyung bertanya kapan ia akan bertemu Presdir? Seung Jo gugup, ia menjawab tidak bisa. Bukan karena Presdir pergi keluar negeri, tapi karena Presdir tidak ingin bertemu dengan Se Kyung. Se Kyung kaget.
Ya iyalah, gimana mau menarik perhatian Kelinci Putihnya kalog ga pernah ketemu -.-
Se Kyung bertanya bagaimana ia bisa menjadi stylistnya kalog bertemu saja tidak pernah? Seung Jo memberitahu kalau Presdir mereka benar-benar tidak suka bertemu dengan orang, itulah kenapa dia mempunyai pekerjaan seperti ini (Ingat, Seung Jo masih menyamar jadi Sekretaris).
Se Kyung ngotot ingin bertemu dengan Jean Thierry Cha, bagaimana dia bisa men-style kan Presdir kalau dia tidak pernah melihat wajahnya atau bentuk tubuhnya. Seung Jo menyela komentar Se Kyung kalau dia bisa menanyakan apa saja yang ingin diketahui Se Kyung, dan ia akan memberitahu semuanya.
Se Kyung bertanya apa dia selamanya tidak akan bertemu dengannya (Presdir)? Seung Jo menjawab kalau Se Kyung hanya harus mengikuti instruksinya. Se Kyung mengehal nafas. Seung Jo menyuruhnya mendengarkan sekali lagi, .. Kau hanya perlu mengikuti instruksiku..
Seung Jo akan memberitahu lebih banyak detail tentang Presdir. Tapi tetap saja... Seung Jo menyela, "Tidak ada yang bisa kau lakukan. Dia saja tidak pernah datang ke event resmi. Pesta ini akan menjadi yang pertama baginya. Dia sangat membenci sorotan publik. Itu adalah penyakit yang serius!"
Seung Jo menyuruh Se Kyung meng-googling tentang Presdir mereka, dan ia bertaruh kalau Se Kyung tidak akan menemukan foto tentangnya.
Se Kyung dan Ah Jung berada ditoko kacamata. Se Kyung pun membuktikan perkataan Seung Jo, dan ternyata benar. Bahkan Ah Jung kesal karena ia sudah tahu kalau tidak akan ada informasi yang ditemukannya. Se Kyung heran mengapa tidak ada satupun fotonya di dunia online.
Ah Jung berkomentar kalau banyak berita tentangnya, tapi tidak ada foto. Mungkin karena dia adalah CEO termuda, dan bahkan mereka tidak tahu apa dia sudah menikah atau tidak.
Lalu seorang wanita masuk ketoko itu. Ah Jung berkomentar kalau wanita itu semakin dewasa, dia seorang pekerja paruh waktu, dan dia juga meminjam uang darinya. Se Kyung masih terus meng-googling dan terlihat mencuekin Ah Jung.
Ah Jung marah, dia berteriak kalau Se Kyung tidak akan menemukan apa-apa. Kemudian Ah Jung berpose (sok) imut didepan kaca dengan kacamata yang digunakannya. Se Kyung berhenti mencari karena tidak ada informasi online yang berhasil ditemukannya.
Se Kyung bertanya reputasi (julukan) apa yang diterima Presdir mereka? Ah Jung menjawab, "The Presdent is the devil." Ternyata julukan itu didapat karena Presdir (Seung Jo/ Jean Thierry Cha) menaikkan harga barang dan hal itu mengerikan.
Seung Jo bertanya pada Sekretaris Moon Paris yang bagaimana maksud dari temanya? Sekretaris Moon menjawab kalau temanya hanya Paris (ini percakapannya rerun dari percakapan SJ sama SK). Seung Jo marah, "Bagaimana Paris bisa menjadi 'hanya Paris'? Arsitektur, revolusi, seni! Yang mana?"
Sekretaris Moon menjawab kalau Presdir perlu membacanya. Seung Jo yang kemudian duduk dikursinya membaca dan menemukan detail temanya 'Sejarah Fashion'. Dan pembicaranya adalah Kim Hong Ki yang menggunakan Paris dan juga sejarah fashion untuk melakukan 'pembicaraan seni'.
Tamunya adalah VVIP dan hal itu akan menjadi privat (pribadi), pesta tidak resmi (informal). Seung Jo menjentikkan jarinya, "*Tres bien! 'Art Talk'! Berikan lebih detail lagi tentang perkembangan dan prosedur pestanya. Juga, siapkan profil Kim Hong Ki. Bawa semua informasi yang berkaitan dengan pesta padaku."
*Tres bien itu bahasa Prancis, artinya baik atau sangat baik.. Pernah dengar kata ini dari Kakakku yang tinggal disana, kalog ga salah bulan 9 kemarin dia baru mampir kerumah..
Sekretaris Moon mengerti, tapi ia bingung kenapa Seung Jo tiba-tiba tertarik dengan pestanya? Bukankah awalnya Seung Jo menolak ide tentang pesta? Seung Jo menutup proposal yang dibacanya dan tampang Sekretaris Moon yang tadinya riang berubah menjadi diam. LOL
Seung Jo awalnya melembutkan suaranya, "Aku akan bertemu dengan klien untuk pertama kalinya dipesta! Siapa yang tidak tertarik pada pesta?!" Kemudian dia berteriak, "AKU?!" Dan tentu saja berhasil membuat Sekretaris Moon kaget dan menjawab dengan senyum (paksa), "Tentu tidak."
Hahaha.. Kasihan banget yang jadi Sekretarisnya Seung Jo.
Seung Jo tersenyum senang.
Ah Jung berkomentar kalau Ibu Se Kyung harus membuang benda ini dan itu, tapi Ibu tidak rela karena barang itu mahal saat ia membelinya. Se Jin membawa tas dan Ayah mengejarnya, ia tidak berniat mengepaknya dan akan membawa mereka bersamanya.
Ayah marah karena Se Jin memiliki banyak sepatu dan setidaknya Se Jin memiliki 100 tas. Se Jin juga protes kalau Ayah bisa mengatakan hal itu kalau dia sudah membelinya 100 tas. Ibu memarahi mereka. Ah Jung yang merasa tidak enak hati berpura-pura mencari Se Kyung dikamarnya.
Dan Se Kyung ternyata masih mencari info tentang CEO Artemis. Ah Jung yang melihatnya memukul sahabatnya itu lalu memarahinya. Se Kyung merasa aneh karena tidak ada satu informasi pun tentangnya. Ah Jung pun menyahut Se Kyung kalau ia bukannya tidak bisa menemukan informasi tentangnya, tapi karena ada informasi yang tidak bisa diberikan.
Ah Jung lalu mengatakan kalau mungkin informasi tentangnya sedikit karena ia baru saja pindah ke Korea, jadi bersabarlah karena nanti sesuatu akan muncul. Ah Jung lalu tertawa menyadari nama CEO mereka *Ssha (Cha..)
*Cha/Ssha itu nama yang great gitu di Korea, biasanya orang-orang kaya, keturunan Chaebol yang bermarga Cha.
Dan insting Se Kyung mengatakan ada nama Korea selain Jean Thierry Cha. Ah Jung bingung, kemarin Tommy Hong dan sekarang Jean Thierry Cha. Se Kyung akan memberitahunya lain kali. Ah Jung mendesis lalu keduanya saling menunjuk. Kemudian Ibu berteriak memanggil keduanya.
BERSAMBUNG ke: Part 2
KOMENTAR:
Kyaa >< Lama-lama bisa terkena virus cinta dari Seung Jo nih.. Entah kenapa tiba-tiba suka teriak kalog liat Seung Jo entah itu picture atau videonya.. Hahaha.. Presdir yang satu ini berhasil membuatku suka padanya..
Kenapa dan kenapa aku suka lihat couple Sekretaris Moon dan Ah Jung, padahal aku baru sekali melihat mereka ketemuan di Episode 6.. Kasihan lihat Sekretaris Moon yang selalu dibully sama Seung Jo.. Tapi itulah yang bikin dramanya menarik.. Seung Jo psycho.. LOL
BONUS PIC, 3 pemeran favoritku:
NOTE:
Besok dan lusa aku ada acara, jadi aku ga yakin bisa ngepost part 2 nya cepat.. Jadi aku mohon untuk bersabar bagi yang menantikan part 2 nya.. Bukankah orang sabar itu dikasihi Tuhan? *Peace up*
Aku minta kerja samanya untuk mengklik Link ini.. Link ini bukan berisi konten yang tidak pantas, tapi hanya untuk membantuku memenangkan hadiah.. Satu klik sudah sangat membantu menaikkan ratingku.. Gomawo bagi yang sudah mengklik :)
Regards^^
Grace
Se Kyung keluar dari pintu itu untuk yang kedua kalinya. Ia memegang salah satu tiang pembatas jalan, ia mencari pertahanan.
Tommy Hong berbicara. Ia tidak salah menilai Han Se Kyung, mereka sama saja. Sekretaris bertanya siapa yang dimaksud Tommy? Seseorang yang datang beberapa waktu lalu.
Se Kyung berjalan. Ia sepertinya sedang berpikir sampai-sampai hak tinggi yang ia gunakan patah karena ia tidak memperhatikan jalan. Ia lalu berjongkok, melihat hak sepatu yang patah.
Bagaimana kelanjutannya? Ia berjalan tanpa menggunakan sepatu yang satunya. Kaki yang satu memakai sepatu dan yang tidak berjinjit untuk menyelaraskan tinggi dengan kaki yang satunya.
Se Kyung lalu duduk disalah satu tempat duduk (bukan bangku). Akhirnya Seung Jo menemukan Se Kyung. Ia lalu berjalan mendekatinya dan kemudian menghela nafas kuat sehingga Se Kyung melihat kearahnya.
Seung Jo bertanya bisakah Se Kyung tidak menonaktifkan handphonenya? Se Kyung heran, ia menduga kalau Seung Jo mencarinya. Seung Jo tidak menjawab pertanyaannya.
Seung Jo lalu duduk. Ia akan memberitahu rahasia besar. Dia mengatakan kalau CEO mereka benar-benar aneh, kenapa dia bisa membuat seorang Sekretaris melakukan hal ini? Seung Jo menyuruh Se Kyung mengikutinya, tapi Se Kyung tidak bergerak. Ia pun menarik tangannya.
Seung Jo membawa Se Kyung ke kantor Artemis. Ia mengambil sepatu berwarna merah.
Dan kemudian menyuruh Se Kyung berjalan dengan cepat menggunakan sepatu itu.
"Kau tahu kemeja mulanya dipakai sebagai bagian dalam, kan? Tepatnya, sampai akhir abad ke-18, mereka dipakai untuk mencegah keringat pada pakaian luar. Karenanya, mereka membutuhkan 100% kapas murni untuk pastinya. Warna putih dan biru sebagai dasar." ujar Seung Jo. Se Kyung tidak mengerti mengapa Seung Jo berubah tiba-tiba.
Seung Jo tetap berbicara tentang pakaian pria. "Warna abu-abu sebagai dasar. Menggunakan pola titik seperti garis-garis halus untuk menambah variasi juga bagus. Selanjutnya sepatu.."
"Kebanyakan garis klasik. Wingtips (kalog di GT artinya ujung sayap), tassel (di GT artinya rumbai), sepatu kasual (loafers), sepatu bot, sepatu kasual berpola." ujar Seung Jo sambil menyentuh jenis sepatu yang disebutnya.
Se Kyung butuh penjelasan, tapi Seung Jo langsung memotong, "Haruskah kita berpindah ke aksesoris? Jam tangan, ikat pinggang, dasi, manset, parfum, dsb." Se Kyung memanggil, "Sekretaris Kim!"
Seung Jo berbalik melihat Se Kyung, ia mengatakan ukuran tubuh CEO nya, "Tinggi 180 cm, ukuran kaki 280 mm, berat 72 kg. Warna favorit abu-abu, biru, dan putih (Kyaa >< Sama kyk aku). Bahan kesukaan kain linen, kapas, dan kulit lunak. Nama Jean Thierry Cha, pekerjaan CEO Artemis Korea."
Seung Jo mengatakan, "Orang yang perlu kau dandani (the person you need to style). Maukah kau melakukannya?" Ia lalu merogoh kantong jasnya, "Presiden Jean Thierry Cha ingin mempekerjakanmu sebagai stylist pribadinya."
Se Kyung menerima benda yang diambil Seung Jo dari kantong jasnya yang ternyata kartu nama Jean Thierry Cha. Se Kyung bingung, "Tapi kenapa aku?" Seung Jo beralasan kalau Presdir mengetahui kejadian hari ini dan lagi pula dia ingin menolong Se Kyung.
"Aku tidak tahu alasannya. Dia melihat profil dan portofoliomu. Dia tahu kau baik. Apa yang kau pikirkan (kepo)? Maukah kau mencobanya?" Seung Jo melanjut, "Tentu, kau akan mengambil benda ini dan itu. Bukan sebagai pekerja suruhan, tapi hal yang harus kau lakukan adalah, sebagai stylistnya. Juga, hal yang paling penting. Kau akan perlu belajar keras untuk mendapatkan mata yang tajam (mata yang dimiliki doenjang/org yg suka barang bermerek)."
Seung Jo bertanya bagaimana? Bukankah ini yang diinginkan Se Kyung? Se Kyung menjawab, "Apa yang terjadi hari ini bisa mencemarkan nama baik Presdir juga. Kurasa akan lebih baik untuknya jika tidak terlibat denganku."
Seung Jo sudah bisa menerka jawaban Se Kyung. Bukankah Se Kyung pernah mengatakan kalau bertemu dengan Presdir adalah seperti keberuntungan sekali seumur hidup, jadi kenapa ia menendangnya jauh duluan? Orang normal akan mengambil kesempatan ini, apa ada sesuatu yang salah dengan Se Kyung?
Seung Jo menyuruh Se Kyung menerima kebaikan ini. Se Kyung kembali teringat ucapan Yoon Joo, "Temukan kelinci putih baru. Seekor Kelinci Putih baru." Se Kyung lalu melihat sebuah patung model. Seung Jo kembali bertanya apa Se Kyung tertarik?
Seung Jo duduk. Ia teringat kejadian ketika Se Kyung duduk karena hak sepatunya patah.
Se Kyung tengah memikirkan saat Tommy menyiram soy sauce ke wajahnya dan juga saat Tommy sudah tahu kalau Se Kyung ingin masuk ke Cheongdamdong. Dia semakin menggalau karena Seung Jo memintanya menjadi sylist Jean Thierry Cha.
Se Kyung lalu membuka buku diary Yoon Joo. Ada tulisan, "Ketentuan: Jalan menuju kekayaan. Method (cara): tarik dan ulur (push and pull), pendekatan (approach), waktu yang tepat (appropriate timing). Jangan cemas. Tapi ketika ada kesempatan, ambil segera."
"Jangan tunjukkan sifat aslimu. Tapi tunjukkanlah ketulusanmu." Se Kyung bicara, "Kelinci Putih juga manusia.. Menangkap Kelinci Putih tidak berarti memperalat mereka, tetapi meraih hati mereka." Se Kyung teringat lagi nasehat Yoon Joo untuk menemukan kelinci Putih yang baru.
Se Kyung melihat sekali lagi kartu nama Jean Thierry Cha. Dan akhirnya memutuskan menggunakan Jean Thierry Cha sebagai Kelinci Putihnya.
Se Kyung memberitahu ia akan mencobanya. Dia bekerja di GN Fashion dari jam 9 pagi sampai 3 sore. Seung Jo lalu memutuskan jam kerja Se Kyung mulai dari jam 4 sore. Dua minggu yang akan datang ada Pesta Natal dimana Artemis sebagai tuan rumah dan ini akan menjadi perayaan resmi pertama yang dilakukan Presdir sejak bekerja sebagai CEO dari Artemis Korea.
Temanya adalah Paris, Paris La France. Se Kyung bertanya Paris yang bagaimana? Ia menyuruh Seung Jo untuk memberitahu detailnya. Seung Jo bingung, ia lalu menjawab, Paris yang dinamik (bersemangat). Ia mengerakkan telapak tangannya, "Hi~ Paris? Hi~ Hi!"
Se Kyung bertanya, "apa ini lucu?" Seung Jo menjawab tidak. Se Kyung lalu berkata, "Aku mulai sangat serius (sincere; tulus; jujur) sekarang. Seperti yang kau katakan sebelumnya, aku mengambil kesempatan untuk yang pertama kalinya. Aku benar-benar ingin melakukan yang terbaik dengan pekerjaan ini dan terlihat baik didepan Presdir. Dan, berharap hidupku berubah sedikit."
Seung Jo mengerti, ia akan memberikan info lebih detail dipertemuan mereka berikutnya. Se Kyung menyuruh juga Seung Jo mencari informasi lebih banyak tentang pesta Natalnya. Seung Jo mengerti. Ia lalu menyebut Se Kyung tipe orang yang mengoceh (cluck-ing).
Ia lalu memperagakan ayam yang sedang berkotek, "cluck, cluck, cluck, cluck!" (Hahaha.. Ini mirip banget sama suara ayam aslinya.. Shi Ho kenapa ga jadi ayam aja sekalian XD)
Se Kyung bertanya kapan ia akan bertemu Presdir? Seung Jo gugup, ia menjawab tidak bisa. Bukan karena Presdir pergi keluar negeri, tapi karena Presdir tidak ingin bertemu dengan Se Kyung. Se Kyung kaget.
Ya iyalah, gimana mau menarik perhatian Kelinci Putihnya kalog ga pernah ketemu -.-
Se Kyung bertanya bagaimana ia bisa menjadi stylistnya kalog bertemu saja tidak pernah? Seung Jo memberitahu kalau Presdir mereka benar-benar tidak suka bertemu dengan orang, itulah kenapa dia mempunyai pekerjaan seperti ini (Ingat, Seung Jo masih menyamar jadi Sekretaris).
Se Kyung ngotot ingin bertemu dengan Jean Thierry Cha, bagaimana dia bisa men-style kan Presdir kalau dia tidak pernah melihat wajahnya atau bentuk tubuhnya. Seung Jo menyela komentar Se Kyung kalau dia bisa menanyakan apa saja yang ingin diketahui Se Kyung, dan ia akan memberitahu semuanya.
Se Kyung bertanya apa dia selamanya tidak akan bertemu dengannya (Presdir)? Seung Jo menjawab kalau Se Kyung hanya harus mengikuti instruksinya. Se Kyung mengehal nafas. Seung Jo menyuruhnya mendengarkan sekali lagi, .. Kau hanya perlu mengikuti instruksiku..
Seung Jo akan memberitahu lebih banyak detail tentang Presdir. Tapi tetap saja... Seung Jo menyela, "Tidak ada yang bisa kau lakukan. Dia saja tidak pernah datang ke event resmi. Pesta ini akan menjadi yang pertama baginya. Dia sangat membenci sorotan publik. Itu adalah penyakit yang serius!"
Seung Jo menyuruh Se Kyung meng-googling tentang Presdir mereka, dan ia bertaruh kalau Se Kyung tidak akan menemukan foto tentangnya.
Se Kyung dan Ah Jung berada ditoko kacamata. Se Kyung pun membuktikan perkataan Seung Jo, dan ternyata benar. Bahkan Ah Jung kesal karena ia sudah tahu kalau tidak akan ada informasi yang ditemukannya. Se Kyung heran mengapa tidak ada satupun fotonya di dunia online.
Ah Jung berkomentar kalau banyak berita tentangnya, tapi tidak ada foto. Mungkin karena dia adalah CEO termuda, dan bahkan mereka tidak tahu apa dia sudah menikah atau tidak.
Lalu seorang wanita masuk ketoko itu. Ah Jung berkomentar kalau wanita itu semakin dewasa, dia seorang pekerja paruh waktu, dan dia juga meminjam uang darinya. Se Kyung masih terus meng-googling dan terlihat mencuekin Ah Jung.
Ah Jung marah, dia berteriak kalau Se Kyung tidak akan menemukan apa-apa. Kemudian Ah Jung berpose (sok) imut didepan kaca dengan kacamata yang digunakannya. Se Kyung berhenti mencari karena tidak ada informasi online yang berhasil ditemukannya.
Se Kyung bertanya reputasi (julukan) apa yang diterima Presdir mereka? Ah Jung menjawab, "The Presdent is the devil." Ternyata julukan itu didapat karena Presdir (Seung Jo/ Jean Thierry Cha) menaikkan harga barang dan hal itu mengerikan.
Seung Jo bertanya pada Sekretaris Moon Paris yang bagaimana maksud dari temanya? Sekretaris Moon menjawab kalau temanya hanya Paris (ini percakapannya rerun dari percakapan SJ sama SK). Seung Jo marah, "Bagaimana Paris bisa menjadi 'hanya Paris'? Arsitektur, revolusi, seni! Yang mana?"
Sekretaris Moon menjawab kalau Presdir perlu membacanya. Seung Jo yang kemudian duduk dikursinya membaca dan menemukan detail temanya 'Sejarah Fashion'. Dan pembicaranya adalah Kim Hong Ki yang menggunakan Paris dan juga sejarah fashion untuk melakukan 'pembicaraan seni'.
Tamunya adalah VVIP dan hal itu akan menjadi privat (pribadi), pesta tidak resmi (informal). Seung Jo menjentikkan jarinya, "*Tres bien! 'Art Talk'! Berikan lebih detail lagi tentang perkembangan dan prosedur pestanya. Juga, siapkan profil Kim Hong Ki. Bawa semua informasi yang berkaitan dengan pesta padaku."
*Tres bien itu bahasa Prancis, artinya baik atau sangat baik.. Pernah dengar kata ini dari Kakakku yang tinggal disana, kalog ga salah bulan 9 kemarin dia baru mampir kerumah..
Sekretaris Moon mengerti, tapi ia bingung kenapa Seung Jo tiba-tiba tertarik dengan pestanya? Bukankah awalnya Seung Jo menolak ide tentang pesta? Seung Jo menutup proposal yang dibacanya dan tampang Sekretaris Moon yang tadinya riang berubah menjadi diam. LOL
Seung Jo awalnya melembutkan suaranya, "Aku akan bertemu dengan klien untuk pertama kalinya dipesta! Siapa yang tidak tertarik pada pesta?!" Kemudian dia berteriak, "AKU?!" Dan tentu saja berhasil membuat Sekretaris Moon kaget dan menjawab dengan senyum (paksa), "Tentu tidak."
Hahaha.. Kasihan banget yang jadi Sekretarisnya Seung Jo.
Seung Jo tersenyum senang.
Ah Jung berkomentar kalau Ibu Se Kyung harus membuang benda ini dan itu, tapi Ibu tidak rela karena barang itu mahal saat ia membelinya. Se Jin membawa tas dan Ayah mengejarnya, ia tidak berniat mengepaknya dan akan membawa mereka bersamanya.
Ayah marah karena Se Jin memiliki banyak sepatu dan setidaknya Se Jin memiliki 100 tas. Se Jin juga protes kalau Ayah bisa mengatakan hal itu kalau dia sudah membelinya 100 tas. Ibu memarahi mereka. Ah Jung yang merasa tidak enak hati berpura-pura mencari Se Kyung dikamarnya.
Dan Se Kyung ternyata masih mencari info tentang CEO Artemis. Ah Jung yang melihatnya memukul sahabatnya itu lalu memarahinya. Se Kyung merasa aneh karena tidak ada satu informasi pun tentangnya. Ah Jung pun menyahut Se Kyung kalau ia bukannya tidak bisa menemukan informasi tentangnya, tapi karena ada informasi yang tidak bisa diberikan.
Ah Jung lalu mengatakan kalau mungkin informasi tentangnya sedikit karena ia baru saja pindah ke Korea, jadi bersabarlah karena nanti sesuatu akan muncul. Ah Jung lalu tertawa menyadari nama CEO mereka *Ssha (Cha..)
*Cha/Ssha itu nama yang great gitu di Korea, biasanya orang-orang kaya, keturunan Chaebol yang bermarga Cha.
Dan insting Se Kyung mengatakan ada nama Korea selain Jean Thierry Cha. Ah Jung bingung, kemarin Tommy Hong dan sekarang Jean Thierry Cha. Se Kyung akan memberitahunya lain kali. Ah Jung mendesis lalu keduanya saling menunjuk. Kemudian Ibu berteriak memanggil keduanya.
BERSAMBUNG ke: Part 2
KOMENTAR:
Kyaa >< Lama-lama bisa terkena virus cinta dari Seung Jo nih.. Entah kenapa tiba-tiba suka teriak kalog liat Seung Jo entah itu picture atau videonya.. Hahaha.. Presdir yang satu ini berhasil membuatku suka padanya..
Kenapa dan kenapa aku suka lihat couple Sekretaris Moon dan Ah Jung, padahal aku baru sekali melihat mereka ketemuan di Episode 6.. Kasihan lihat Sekretaris Moon yang selalu dibully sama Seung Jo.. Tapi itulah yang bikin dramanya menarik.. Seung Jo psycho.. LOL
BONUS PIC, 3 pemeran favoritku:
![]() |
| Dan ini, gelang pemberian Se Kyung.. So nice :) |
NOTE:
Besok dan lusa aku ada acara, jadi aku ga yakin bisa ngepost part 2 nya cepat.. Jadi aku mohon untuk bersabar bagi yang menantikan part 2 nya.. Bukankah orang sabar itu dikasihi Tuhan? *Peace up*
Aku minta kerja samanya untuk mengklik Link ini.. Link ini bukan berisi konten yang tidak pantas, tapi hanya untuk membantuku memenangkan hadiah.. Satu klik sudah sangat membantu menaikkan ratingku.. Gomawo bagi yang sudah mengklik :)
Regards^^
Grace

































































wahh bagus banget kak thanks ya....
BalasHapustapi kayaknya aku ga bisa sabar deh kak nunggu part 2 nya
wuah,,akhirnya keluar juga sinopsisnya..
BalasHapusqmi tetap mndukung dan menunggu dah
;-)
hehehheheh.. sudah di klik link nya..
BalasHapusMakasih udh ngebaca sinopsisnya :)
BalasHapusMakasih juga buat yang udh ngebantu aku :)
Regards^^
trims bngt sdh diposting ep 5 nyaa,smoga yang part 2 nya bs cpt di post yaa
BalasHapusrani
hahehe.. Iya :)
HapusRegards^^
siz,, deg''an neeyy nunggu part 2'y,,
BalasHapusAyoo semangat siz,,
^_^
Ahehehe :D Iya.. Makasih buat komentarnya :)
HapusKalog nanti malam sempat aku buat, tapi kalog ga aku usahain buatnya disekolah pagi ini :) Kalog ga sempat lagi, aku buatinnya besok..
Regards^^
annyoeng, mana ni part 2x, dtunggu lho...
BalasHapusIya :) Ini lagi diketik.. Tunggu aja, hari ini diposting kok :)
HapusRegards^^
sudah tak sabar daku menunggu part 2 nya,,,,,ayo.....semangat!!!!!
BalasHapusudh di lanjutin kakak :) Selamat membaca, tapi part 3 nya belum di posting..
HapusRegards^^
KAKAKKKKKKKKKK aku juga fans sm park shi ho.......... huaaaaaaa. *abaikan aku org aneh. itu link ap? makasih lo buat sinopnya
BalasHapushehehe :D Aku juga, tapi ga terlalu fanatik.. aku juga orangnya aneh dan ngeselin kata temen"ku XD.
HapusItu link event, tapi sudah selesai eventnya^^
Reagrds^^